Home Health Pengobatan penyakit diabetes itu bukan untuk menyembuhkannya?

Pengobatan penyakit diabetes itu bukan untuk menyembuhkannya?

92
0

Pengobatan penyakit diabetes itu bukan untuk menyembuhkannya?

Benar, pengobatan diabetes terutama adalah untuk mengontrol kadar gula darah agar tetap 1 normal. Agar Anda lebih menyadarinya, berikutini tujuan pengobatan diabetes menurut buku Diabetesyang disunting oleh dr. Savitri Ramaiah.

  • Mencapai kadar gula darah yang terbaik dan tepat.
  • Meringankan gejala-gejala diabetes.
  • Menyeimbangkan pola makan, olahraga, dan obat- obatan/insulin.
  • Mengurangi faktor risiko seperti obesitas, merokok, kolesterol tinggi, hipertensi.
  • Memastikan pertumbuhan yang normal bagi diabetisi anak-anak dan dewasa muda.

Mencegah timbulnya komplikasi akut seperti ketoa- sidosis dan infeksi.

  • Mempertahankan berat badan normal.
  • Jika mungkin, mendeteksi sedini mungkin diabetes dan menangani/mencegah sedini mungkin kompli- kasi kronis.

Salah satu eyang saya dari pihak ibu maupun pihak ayah adalah penderita diabetes. Tidak diketahui tipe 1 atau tipe 2. Apakah saya juga “berbakat” sebagai penderita diabetes?

Tidak semua diabetes diturunkan ke generasi berikutnya, tetapi jika kedua eyang Anda dari pihak ayah dan ibu ada yang menderita diabetes, dapat dipastikan Anda punya “bakat’ kena diabetes. Diabetes tipe 2 lebih banyak dikaitkan dengan faktor keturunan. Menurut penelitian, sekitar 50% penderita diabetes tipe 2 mempunyai orang tua yang juga meng- idap diabetes, dan lebih dari sepertiga penderita diabetes mempunyai famili yang juga mengidap diabetes

Apa yang harus saya lakukan jika saya “berbakat” kena diabetes?

Untuk memastikannya, sebaiknya Anda meme- riksakan diri ke dokter. Dan mulailah menjaga kesehatan Anda dengan olahraga teratur 3 kali seminggu @ 30 menit-1 jam, menganut pola makan sehat (hindari lemak, konsumsi banyak sayuran dan buah-

buahan segar, konsumsi karbohidrat kompleks seperti beras merah/tumbuk), lakukan pola hidup sehat (seperti hindari rokok dan minuman keras, olahraga teratur, dll.), atur pola kerja dan pola istirahat.

Jika dari hasil pemeriksaan laboratorium dan dokter, Anda sudah dipastikan mengidap diabetes atau pre­diabetes, maka Anda wajib minum obat-obatan yang diberikan dokter. Selain itu, Anda juga wajib meme- riksakan kadar gula darah secara teratur.

Apakah pre-diabetes itu?

Menurut The American Diabetes Association, sebelum seseorang mengidap diabetes tipe 2, t kadar gula darahnya sudah lebih dari normal tetapi belum cukup tinggi untuk “divonis” sebagai penderita diabetes. Di Amerika ada 57 juta orang yang didiagnosis sebagai pre-diabetes. Sekitar 11% pengidap pre-diabetes berkembang menjadi penderita diabetes tipe 2 dalam jangka waktu sekitar 3 — 10 tahun. Menurut penelitian terakhir, kondisi pre-diabetes jangka panjang bisa mencederai jantung dan sistem sirkulasi. Yang jelas, mereka yang mengidap pre-diabetes berisiko tinggi men- dapat penyakit kardiovaskular. Penelitian juga menun- jukkan jika Anda sudah didiagnosis pre-diabetes lalu Anda mampu mengelola kondisi Anda itu dengan pola hidup sehat dan pola makan sehat, berarti serangan diabetes tipe 2 menjadi tertunda atau bahkan tidak ber­kembang.

The American Diabetes Association bersama-sama National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases meluncurkan pernyataan tentang “The Preven­tion or Delay of Type 2 Diabetes” sebagai panduan bagi para profesional kesehatan/medis dalam menghadapi pasien-pasien pre-diabetes. Anda pun bisa menggunakan panduan ini untuk menghindari serangan diabetes tipe2. Kuncinya, perhatikan pola makan/nutrisi dan olahraga.

Apa yang harus saya lakukan setelah didiag­nosis pre-diabetes?

^ Biasanya pengidap pre-diabetes juga kelebihan berat badan. Karena itu yang pertama-tama t harus dilakukan adalah mengurangi berat badan. Caranya dengan mengatur pola makan dan olahraga (misalnya jalan cepat 5 hari dalam seminggu @ 30 menit). Jangan khawatir jika Anda tidak mendapatkan berat ideal. Penurunan 5—10% saja sudah mencukupi untuk menjaga kesehatan Anda agar diabetes tipe 2 tidak berkembang, Harap Anda ketahui, jika Anda mengidap pre-dia­betes, berarti Anda juga meningkatkan risiko penyakit jantung atau stroke sebanyak 50%. Karena itu dokter Anda pasti mengingatkan Anda untuk menghindari rokok, mengontrol tekanan darah, dan kolesterol.

Siapa saja yang harus memeriksakan diri untuk pre-diabetes?

^ Jika kelebihan berat badan dan usianya lebih dari 45 tahun. Jika berat badan Anda normal dan t berusia lebih dari 45 tahun, memang tidak wajib memeriksa kemungkinan pre-diabetes, tetapi tak ada salahnya memeriksakan diri. Jika Anda berusia kurang dari 45 tahun tetapi kelebihan berat badan, dokter pasti akan menganjurkan Anda untuk memeriksa kadar gula darah terutama jika Anda mempunyai faktor risiko lain seperti hipertensi, kolesterol/trigliserida tinggi, orang tua atau saudara ada yang diabetes, atau berasal dari etnik yang riskan terhadap diabetes.

Apakah ada kemungkinan saya mengidap pre-diabetes tanpa saya ketahui?

Sangat mungkin, karena pre-diabetes tidak mem-perlihatkan gejala yang meyakinkan, bahkan bisa saja tanpa gejala. Pre-diabeteshanya dapat diketahui melalui pemeriksaan kadar gula darah.

Pemeriksaan gula darah adalah satu-satunya cara untuk mengetahui apakah pasien diabetes terkontrol dengan baik atau tidak.Pemeriksaan kadar gula darah pada pasien diabetes berlangsung seumur hidup. Danpemeriksaan gula darah ini wajib

dilakukan karena membantu dalam pengobatan dan pencegahan komplikasi.

Bila menggunakan suntikan insulin, maka pemerik- saan gula darah harus sering dilakukan, dua sampai empat kali sehari, bahkan bisa lima sampai enam kali sehari. Tetapi biasanya dilakukan sebelum makan dan sebelum tidur. Atau setelah tidak makan selama 4 jam atau lebih. Dianjurkan pemeriksaan gula darah sebelum dilakukan penyuntikan insulin.

Pasien diabetes tipe 2 yang tidak menggunakan insu­lin juga perlu memeriksakan kadar gula darahnya. Bisa setiap hari, boleh juga dua kali seminggu. Jika pasien melakukan pola makan sehat (sebagai pasien diabetes) dan olahraga teratur sesuai kondisi kesehatannya, serta patuh minum obat-obatan dari dokter, tidak perlu me­meriksakan kadar gula darahnya terlalu sering. Tanya- kan dokter Anda, jadwal memeriksakan gula darah Anda.

Perlu pula diketahui bahwa kadar gula darah sepan- jang hari bisa berubah-ubah. Kadang meningkat tinggi dan kadang turun terlalu rendah. Keadaan tersebut bisa menyebabkan komplikasi yang membahayakan. Karena itu, terutama bagi pasien diabetes tipe 1 yang bergantung pada insulin, perlu mengukur kadar gula darah beberapa kali setiap hari, yang bisa dilakukan sendiri tanpa perlu ke laboratorium.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here