Home Health Apa saja komplikasi kronis Diabetes?

Apa saja komplikasi kronis Diabetes?

50
0

Apa saja komplikasi kronis Diabetes?

Sejak awal seharusnya penderita harus selalu ingat untuk mencegah timbulnya komplikasi t kronis berupa gangguan ginjal, gangguan jan- tung, gangguan pada mata dan saraf, dan kerusakan pada pembuluh darah. Kompliksi pada penderita diabetes tidak bisa dianggap main-main, sangat gawat, karena itu sangat perlu mengontrol kadar gula darah dengan ketat.

Dengan gejala yang tidak meyakinkan, diabetes me- rupakan penyakit yang sangat berbahaya, karena pen- deritanya seringkali tidak menyadari bahwa dirinya me- ngidap diabetes. Komplikasi-komplikasi tersebut adalah:

• Penyakit jantung, diabetes dapat menyebabkan berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler):

angina ( nyeri dad a)

serangan jantung (acute myocardial infarction)

  • tekanan darah tinggi (hipertensi) penyakit jantung koroner

Diabetes merusak dinding pembuluh darah yang menyebabkan penumpukan lemak pada dinding yang rusak. Ini berakibat menyempitnya pembuluh darah yang menghambat aliran darah ke jantung. Tekanan darah meningkat. Jika hambatan terjadi pada pembuluh darah otak, maka akan terjadi stroke.

Apa keluhan/gejala gangguan jantung?

  • sesak napas nyeri dada sakit kepala
  • berkeringat banyak letih lesu
  • detak jantung cepat/tidak teratur

Perlu diketahui bahwa pasien diabetes bisa mendapat serangan jantung tanpa diawali rasa nyeri (silent in­farction), Ini disebabkan saraf penghantar rasa nyeri telah rusak. Hal ini bisa menyebabkan salah diag­nosis.

Penyakit jantung yang populer adalah penyakit jantung koroner (PJK) atau disebut juga coronary heart disease (CHD). PJK disebabkan penyumbatan pada pembuluh darah koroner yang menghambat suplai darah ke otot jantung. Bisa terjadi tidak hanya satu pembuluh darah yang tersumbat. Ini menyebabkan kondisi yang disebut heart attack atau myocardial infarction. PJK merupakan penyebab paling sering pada penderita diabetes tipe 2. Namun belakangan ini PJK juga terjadi pada penderita diabetes tipe 1 yang masih berusia muda bahkan kanak-kanak. Hal ini disebabkan keadaan kadar gula darah yang tinggi yang berlangsung sudah cukup lama.

Apa faktor timbulnya PJK pada penderita diabetes? gula darah yang tidak terkontrol

  • hipertensi

kolesterol LDL dan trigliseria tinggi resistensi terhadap insulin obesitas

kurang olahraga

  • merokok dan minum minuman keras pola makan buruk
  • Kerusakan ginjal atau nephropathy. Dilaporkan bahwa diabetes merupakan penyebab paling sering terjadi- nya gagal ginjal, dibandingkan dengan orang tanpa diabetes. Kontrol glukosa darah dan tekanan darah yang ketat bisa mencegah gagal ginjal, selain pola makan sehat. Kerusakan ginjal tak dapat diobati, obat hanya menghambat kerusakan ginjal tidak makin parah. Gagal ginjal yang parah hanya bisa ditolong dengan cuci darah (dialisis) atau cangkok ginjal. Dan ini membutuhkan biaya yang sangat tinggi.
  • Kerusakan mata atau retinopati sering kali bersama- an dengan gagal ginjal parah. Retinopati umumnya dapat dipastikan jika dalam peneriksaan urine di- temukan mikroalbuminuria.
  • Kerusakan saraf atau neuropati, juga sering kali ditemukan jika terjadi gagal ginjal parah. Jika kondisi ginjal makin parah, maka kerusakan saraf pun makin berat. Kerusakan saraf disinyalir disebabkan menumpuknya racun di dalam darah pada kasus gagal ginjal.

Kerusakan saraf akibat diabetes yang paling sering ditemukan adalah neuropati perifer, yaitu kerusakan saraf tepi yang berada di anggota gerak tubuh bagian bawah (kaki dan tungkai kaki). Sering kali pasien datang pertama kali dengan keluhan pada kaki, dan setelah diperiksa dokter ternyata pasien mengidap diabetes.

Gejala/keluhan neuropati perifer sangat bervariasi bergantung pada parahnya kerusakan saraf. Yang

ringan berupa semutan, rasa tebal, sampai yang berat berupa lemah otot sampai penderita tidak bisa berjalan atau nyeri hebat pad a malam hari, disertai gangguan napas atau gangguan pencernaan. Kerusakan saraf pada pria bisa menimbulkan impotensL Dan kerusak­an pada saraf perasa menyebabkan pasien tidak bisa merasakan panas, dingin, dan lain-lain. Kerusakan saraf sensoris umumnya terjadi pada kaki, tungkai, tangan, dan lengan dengan gejala kram, semutan, kebas, atau nyeri. Namun yang berbahaya adalah rasa kebas pada kaki. Rasa kebas itu membuat penderita tidak merasakan sakit sehingga tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi. Infeksi bisa menimbulkan borok (neuropathic foot ulcer) yang jika tidak dirawat bisa menjadi gangren sehingga bagian tubuh itu harus diamputasi. Karena itu, perawatan kebersihan kaki sangat penting bagi penderita diabetes.

Bagaimana komplikasi diabetes dapat di- cegah?

Komplikasi diabetes seharusnya memang dapat dicegah. Berikut ini caranya.

• Selalu mengontrol kadar gula darah dengan baik, minum obat-obat yang diberikan dokter, olahraga teratur, dan lakukan pola makan sesuai kondisi Anda.

  • Selalu mengontrol tekanan darah, jika Anda me- ngidap hipertensi. Minum obat-obat hipertensi yang diberikan dokter.
  • Pertahankan berat badan normal jika berat badan Anda berlebihan atau mengalami obesitas. Caranya dengan pengendalian pola makan dan olahraga teratur.
  • Kurangi mengonsumsi makanan berkadar lemak ting- gi (misalnya makanan gorengan, daging berlemak, kue yang mengandung margarine/mentega) dan ma­kanan berkadar kolesterol tinggi (misalnya jerohan).
  • Jangan merokok dan minum minuman keras. Hin- dari obat-obat psikotropika/narkoba.

Lakukan pemeriksaan gula darah secara teratur, dan mendeteksi komplikasi akibat diabetes sedini mungkin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here