Home Health Apakah gestational diabetes itu?

Apakah gestational diabetes itu?

49
0


 Apakah gestational diabetes itu?

Ada, jenis diabetes lain selain tipe 1 dan tipe 2 yaitu diabetes pada kehamilan yang disebut gestational diabetes. Wanita penderitanya umum- nya bukan pengidap diabetes sebelum hamil. Biasanya baru diketahui pada usia kehamilan bulan keempat ke atas. Setelah persalinan, umumnya glukosa darah akan kembali normal. Namun lebih dari 50% wanita hamil

dengan gestational diabetes, di kemudian hari mengidap diabetes tipe 2 jika tidak waspada menjaga diri.

Di Amerika 4% wanita hamil menderita gestational diabetes, yaitu sekitar 135.000 orang setiap tahun. Pe- nyebab pastinya, tidak diketahui. Namun para peneliti di Amerika mencoba memperkirakan penyebabnya. Sebagaimana diketahui, janin dihidupi oleh plasenta. Ia bisa hidup dan berkembang dari kiriman makanan dari tubuh ibunya lewat plasenta. Hormon yang terkirim lewat plasenta membuat janin berkembang semakin besar. Tetapi, menurut para peneliti, hormon tersebut juga menghambat kerja insulin dalam tubuh ibunya. Kondisi ini disebut resistensi insulin. Resistensi insulin menyulitkan tubuh sang ibu untuk menggunakan insulin. Akibatnya kadar gula dalam darah sang ibu meningkat.

Gestational diabetes dimulai ketika tubuh tidak mampu memproduksi dan menggunakan insulin yang dibutuh- kan dalam proses kehamilan. Tanpa cukup insulin, glu- kosa tidak bisa memasuki sel dan tetap berada dalam peredaran darah. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang tinggi yang disebut hipergli- kemia.

Walau gestational diabetes hanya terjadi pada 2—5% kehamilan, namun para ibu tersebut sebaiknya waspada untuk selalu mengontrol gula darahnya agar tidak terjadi komplikasi-komplikasi.

Meskipun bayi yang dilahirkan dari ibu yang meng­idap diabetes tidak mengalami cedera, namun bisa diihat bahwa bayi tersebut mempunyai berat badan lebih tinggi dari rata-rata bayi yang baru lahir.

Namun perlu diperhatikan, kondisi gestational diabetes yang tidak terkontrol memang bisa mencederai janin. Ibu yang mengidap gestational diabetes, pankreasnya bekerja keras memproduksi insulin, namun insulin tersebut tetap tidak mampu menurunkan kadar gula darah sang ibu. Meskipun insulin tidak dapat melewati plasenta, glukosa dan nutrisi lainnya tetap bisa melewatinya. Dengan demikian, gula darah yang berlebihan tersebut akan menembus plasenta menyebabkan kadar gula darah janin tinggi. Ini menyebabkan pankreas janin bekerja keras memproduksi insulin untuk mengurangi kadar gula dalam darahnya. Untuk itu janin membutuhkan energi ekstra yang didapatnya dari kiriman lemak. Ini menyebabkan kondisi yang disebut macrosomia atau fat baby yaitu berat tubuh bayi ketika dilahirkan lebih berat/ lebih gemuk dari bayi umumnya.

Bayi yang dilahirkan dengan berat badan berlebih, mempunyai masalah kesehatan tersendiri, salah satunya adalah cedera pada bahu ketika proses kelahiran. Selain itu, bayi tersebut yang lahir dengan kadar insulin tinggi, menekan kadar gula darah menjadi sangat rendah saat dilahirkan. Akibatnya, berisiko mengidap masalah per- napasan.

Bayi yang dilahirkan dengan kadar insulin tinggi, berisiko tumbuh menjadi anak/dewasa yang menderita obesitas. Sedangkan ibunya berisiko menderita diabetes tipe 2, walau setelah melahirkan kadar gulanya menurun menjadi normal.

Bagaimanamenjaga diri jika ibu hamil mengidap gestational diabetes?

Gestational diabetes biasanya menghilang setelah ibu melahirkan. Namun sekali Anda mengidap gestational diabetes, maka risiko Anda untuk mengidap gestational diabetes saat kehamilan berikutnya adalah 2—3 kali. Dan 50% akan menjadi pasien diabetes tipe 2 di masa depan. Agaknya ada hubungan antara gestational diabetes dengan diabetes tipe 2. Keduanya di- sebabkan resistensi insulin. Bagaimana menjaga diri setelah terdeteksi mengidap gestational diabetes?

  • Rencanakan pola makan agar tubuh tidak melar alias kelebihan berat badan. Jika sudah telanjur gemuk, turunkan berat badan sampai mencapai berat badan normal (namun menurut para ahli, penurunan berat badan tidak perlu sampai mencapat berat badan ideal. Beberapa kilo turun saja sudah cukup menghindarkan Anda dari diabetes tipe 2).
  • Perhatian khusus terhadap pilihan bahan makanan. Konsumsi berbagai jenis buah-buahan dan sayuran segar; kurangi asupan lemak (lemak daging, minyak goreng, mentega, dll.), konsumsi lemak hanya 30% saja. Kurangi juga porsi makanan, makanlah tidak sampai kenyang, tetapi secukupnya saja. Kebiasaan melaksanakan pola makan yang benar dengan konsumsi makanan sehat akan membuat pertahanan tubuh Anda baik sehingga terhindar dari berbagai penyakit termasuk diabetes.

• Lakukan olahraga secara teratur dan terukur, mini­mal tiga kali dalam seminggu. Olahraga menghambat resistensi insulin karena mengurangi lemak tubuh, terutama sangat bermanfaat bagi Anda yang sudah telanjur mengidap diabetes atau gestational diabetes. Namun sebaiknya hubungi dokter Anda sebelum memulai program olahraga.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here