Home Health APAKAH KOLESTEROL ITU?

APAKAH KOLESTEROL ITU?

49
0

etiap jam makan siang, Hendra selalu setia me- ngunjungi rumah makan Padang langganannya. Mulai dari gulai otak hingga Gajebo lahap dan lan- car masuk ke dalam perutnya, belum lagi paru goreng garing yang kriuk.. kriuk renyah semakin menggoyang lidah untuk selalu disantap yang membuatnya merasa perlu untuk tambah dan tambah lagi. Kebiasaan makan enak Hendra itu terus berlanjut, makanan enak dengan kolesterol tinggi pun selalu disantapnya dengan nikmat tanpa ragu.

Lain lagi dengan kebiasaan makan Mira, karena tidak ada waktu untuk pergi keluar makan siang, setiap jam makan siang dia selalu memesan makanan siap saji yang bisa di delivery. Burger, ayam goreng, kentang goreng merupakan makanan rutinnya setiap hari. Makanan siap saji yang praktis, mudah didapat, yang mengandung kalori dan kolesterol yang tinggi itu selalu menjadi menu rutin dari makan siang Mira. Tidak terasa hampir setiap hari dia mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi itu.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata Kolesterol. Kolesterol selalu dianggap identik de­ngan makanan yang enak-enak, yang mengandung le- mak tinggi, makanan gorengan, serta daging-dagingan. Makanan yang kaya kolesterol sering dianggap menye- babkan penyakit yang mengerikan karena itu banyak orang yang takut akan kolesterol dan menganggap ko­lesterol adalah sumber malapetaka bagi orang yang me- ngonsumsinya.

Apakah

Semakin hari kata koiesteroi semakin sering ter- dengar, efek negatif dari koiesteroi itu semakin banyak diingatkan. Banyak informasi tentang ba- haya koiesteroi yang mengganggu kesehatan tu- buh bahkan dapat mematikan, akhirnya tidak se- dikit orang yang takut dan menganggap bahwa koiesteroi adalah zat yang berbahaya bagi tubuh dan harus dihindari.

Di antara informasi bahaya kolesterol, ternyata ada juga informasi yang mengatakan bahwa koleste­rol itu bermanfaat bagi tubuh. Kolesterol itu di- butuhkan oleh tubuh sebagai salah satu zat yang sangat penting, tanpa kolesterol tubuh tidak sehat. Yang manakah yang benar?

Apakah sebenarnya Kolesterol itu?

Asal kata kolesterol berasal dari bahasa Yunani, chole yang berarti empedu, dan stereo yang berarti t padat. Nama kolesterol ini ditemukan pada abad ke-18, di mana kolesterol saat itu ditemukan pada batu empedu.

Ketika membahas tentang kolesterol yang teringat biasanya adalah lemak karena kolesterol ini termasuk keluarga lemak. Walaupun termasuk dalam keluarga lemak, tetapi bentuk kolesterol ini tidak sama seperti lemak-lemak berwarna putih yang ada pada sepotong daging mentah yang sering kita lihat di pasar. Butiran kolesterol itu sangatlah kecil, dan tersimpan di dalam sel-sel tubuh. Kolesterol merupakan senyawa lemak, berbentuk seperti lilin yang berwarna kekuningan.

Sebagai salah satu keluarga dari jenis lemak, maka kolesterol ini kurang larut di dalam air dan sangat sukar didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh yang memer- lukannya. Untuk mengatasi masalah distribusi kolesterol ini, maka metabolisme tubuh pun bekerja, di mana koles­terol membentuk senyawa dengan protein yang dikenal dengan Lippoprotein, senyawa yang terbentuk ini dapat membawa kolesterol melalui pembuluh darah menuju

ke sel-sel tubuh yang membutuhkan sehingga koiesteroi dapat didistribusikan ke seluruh tubuh dan membentuk jaringan tubuh dengan baik.

Koiesteroi ditemukan pada setiap sel yang ada di dalam tubuh, merupakan zat penting bagi pembentukan organ- organ yang ada di dalam tubuh dan juga merupakan komponen penting dari semua jaringan tubuh manusia.

Koiesteroi digunakan oleh tubuh untuk membentuk sel-sel yang sehat, misalnya digunakan untuk membangun membran sel, pembentukan hormon dan juga asam empedu, di mana asam empedu ini membantu tubuh dalam penyerapan dan pencernaan lemak-lemak yang ada.

Tanpa adanya koiesteroi pada sel-sel tubuh, jaringan- jaringan di dalam tubuh akan terbentuk menjadi kurang kuat dan kurang stabil, hal ini dapat membahayakan tubuh secara keseluruhan. Layaknya dalam membangun sebuah tembok, kita membutuhkan batu-batu yang kuat untuk menyusunnya, bila kekuatan batu itu tidak tepat, maka tembok itu pun akan mudah runtuh.

Demikian pula dengan sel-sel tubuh dibutuhkan ko­iesteroi untuk membangunnya agar kuat, bila sel tubuh tidak kuat, maka tubuh pun akan mudah rapuh. Itulah koiesteroi yang ada di tubuh kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here