Home Health Bagaimana mengetahui gejala Hipoglikemia? gejala Hiperglikemia?

Bagaimana mengetahui gejala Hipoglikemia? gejala Hiperglikemia?

50
0

Bagaimana mengetahui gejala hipoglikemia? Meskipun keluhan hipoglikemia bervariasi (bergantung sejauh mana turunnya gula darah), namunumumnya keluhan digolongkan menjadi dua kategori:

  1. Gangguan pada fungsi intelektual seperti sakit kepala, sulit konsentrasi, pandangan kabur, lelah berkepanjangan, kejang, bahkan koma. Gejala-gejala ini disebabkan otak tidakmendapat pasokan energi yang mencukupi.
  2. Gejala fisik lainnyaberupa keringat dingin, denyut nadi yang cepat, debar jantung yang kuat,sering merasa lapar. Ini disebabkan efek samping produksi hormon adrenalin yangberusaha meningkatkan ka­dar gula darah.

Namun sebagai pegangan, Anda bisa menandai gejala/ keluhan berikut ini.

Ketika gula darah pada level 40—55 mg/dl penderita akan mengeluh:

  • berkeringat dingin
  • gemetar
  • pandangan kabur
  • lemah lesu
  • merasa kelaparan
  • pusing atau sakit kepala
  • merasa tegang
  • mual
  • jantung berdebar
  • kulit dingin

Ketika gula darah pada level kurang dari 40 mg/dl gejala yang dikeluhkan penderita adalah:

  • mengantuk
  • sulit bicara
  • serasa mabuk
  • bingung

Kondisi makin gawat jika kadar gula darah mencapai 20 mg/dl:

  • terjadi kejang
  • tidak sadarkan diri/koma
  • meninggal


Pertolongan pertama apa yang harus dilakukan? Begitu Anda menyadari gejala-gejala di atas, segeralah lakukan hal-hal berikut:

  • minum yang manis-manis, sebaiknya jus buah segar
  • makan karbohidrat misalnya biskuit manis


Jika Anda sulit menelan atau dalam waktu 15 menit tidak terasa perbaikan, segeralah ke rumah sakit/dokter. Pertolongan yang terlambat bisa berakibat fatal, karena

 

terjadi kerusakan jaringan otak yang sifatnya permanen. Anjuran para dokter di Amerika, pasien diabetes tipe satu sebaiknya selalu membekal permen atau biskuit di dalam tasnya.

Bagaimana mengetahui gejala Hiperglikemia, bisa menimbulkan kondisi ketoasi- dosis diabetik atau diabetic ketoacidosis (KAD). Kondisi ini terjadi karena terlalu banyak asam dalam darah, sebagai akibat dari sel-sel otot yang tidak mampu lagi menghasilkan energi. Dalam kondisi tersebut, tubuh akan memecah lemak untuk menghasilkan energi. Namun berefek terbentuknya asam yang bersifat racun dalam peredaran darah, yang disebut keton.

KAD sering dialami oleh penderita diabetes tipe 1 karena lupa menyuntikkan insulin atau dosis yang disuntikkan tidak mencukupi. KAD juga bisa muncul akibat infeksi atau stres berat pada penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Tubuh memproduksi hormon adrenalin untuk mengatasi stres atau infeksi. Hal ini justru berdampak pada meningkatnya kadar gula darah. Pasien seyogianya segera minum obat antidiabetes atau menyuntikkan insulin.

Apa keluhan penderita KAD? KAD disebabkan oleh meningkatnya kadar keton dalam darah. Berikut ini gejalanya:

  • napas cepat dan dalam napas berbau keton atau aseton (bau harum buah)
  • mual atau muntah
  • tak bernafsu makan nyeri perut demam
  • lelah mengantuk
  • berat badan turun kesadaran menurun (bisa koma)

Sebelumnya sudah ada gejala seperti rasa haus, banyak kencing, lelah lesu, luka tak kunjung sembuh, dan lain- lain. Pemeriksaan kadar keton bisa dilakukan sendiri di rumah, karena di apotek-apotek sudah dijual peralat- annya. Jika kadar keton sangat tinggi, Anda harus segera ke rumah sakit/dokter.

Diabetic hypersonolar syndrome (DHS), adalah kondisi kadar gula darah yang sangat tinggi (mencapai 600 mg/dl) sehingga darah menjadi kental. Kondisi ini juga disebut hiper osmolar non ketotik atau HONK. Kadar gula darah yang sangat tinggi ini akan menarik air keluar sel dan membuangnya lewat ginjal, sehingga penderita sering kencing. Akibatnya terjadi dehidrasi, tubuh kekurangan cairan.


DHS lebih banyak dijumpai pada penderita dia­betes tipe 2 yang kadar gula darahnya tidak ter- kontrol dengan benar atau penderita diabetes yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita penyakit tersebut. Juga bisa terjadi pada penderita infeksi, stres berat, atau peminum minuman keras. Para lansia

 

juga sering kali menderita DHS terutama yang sering mengalami diare.

Bagaimana keluhan penderita DHS? Mirip dengan keluhan penderita KAD, tetapi penderita DHS tidak mengalami napas cepat dan dalam, dan napasnya tidak berbau keton. Berikut ini gejala yang dikeluhkan penderita DHS:

Banyak kencing lemah lesu kaki sering kram selalu merasa haus denyut nadi cepat kejang, bisa lantas koma.

Jika Anda mengalami gejala di atas atau kadar gula darah Anda 600 mg/dl, segera ke rumah sakit/dokter. Tanpa pengobatan yang tepat, DHS bisa berakibat fatal.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here