Home Health Bagaimana saya sebagai orang awam bisa mengetahui jika saya menderita diabetes?

Bagaimana saya sebagai orang awam bisa mengetahui jika saya menderita diabetes?

52
0

Diabetes adalah silent killer Bagaimana saya sebagai orang awam bisa mengetahui jika saya menderita diabetes?

Jika Anda mengalami tanda-tanda berikut ini, waspadalah dan harap memeriksakan diri ke d ok ter.

  • Sering buang air kecil
  • Sering merasa haus
  • Pandangan mata terganggu, terasa kabur
  • Berat badan turun tanpa sebab
  • Sering mengalami gatal-gatal atau infeksi kulit.

Itulah tanda-tanda kadar gula darah tinggi atau hiper- glikemia. Anda juga bisa mengalami tanda-tanda hipo- glikemia atau kadar gula darah terlalu rendah.

  • Sering merasa lapar
  • Sering merasa gelisah
  • Berkeringat berlebihan
  • Gemetar
  • Kesadaran menurun.

Nah, tanda-tanda yang mana yang Anda alami? Kedua- nya sama berbahaya. Anda harus memeriksakan diri ke dokter.

Tetapi dari gejala saja, Anda sulit memperkirakan diri Anda mengidap diabetes. Gejala-gejala tersebut me- rupakan keluhan yang sifatnya biasa, tidak istimewa/

khusus, sehingga sering terabaikan. Bahkan belakangan diketahui dari berbagai penelitian, bahwa banyak dia- betesi yang tidak memperlihatkan gejala sama sekali. Di Amerika diketahui jutaan pengidap diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit tersebut, sampai terjadi komplikasi yang sudah parah. Karena itu sebaiknya Anda lebih fokus ke faktor risiko penyakit diabetes, agar Anda bisa berjaga-jaga tidak kena penyakit tersebut.

Anda sebaiknya waspada jika memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko berikut ini:

  • Kelebihan berat badan/obesitas (untuk diabetes tipe 2) atau berat badan terus menurun tanpa sebab (untuk diabetes tipe 1)
  • Hipertensi
  • Kadar kolesterol LDL dan trigliserida tinggi
  • Usia lanjut

Silakan kunjungi dokter Anda untuk periksa kadar gula darah jika Anda memiliki satu atau beberapa faktor risiko tersebut. Lebih baik menjaga agar diabetes tidak berkembang daripada membiarkan diri Anda menjadi pasien diabetes.

Saya berusia 35 tahun, laki-laki, pekerja kantoran. Apakah saya rawan menderita pe­nyakit diabetes?

Penyakit diabetes bisa diderita orang dewasa,

lansia, maupun anak-anak, bergantung pada tipe diabetes. Diabetes tipe 1 biasanya menyerang anak-anak dan mereka yang berusia di bawah 30 tahun. Diabetes tipe ini disebabkan kerusakan pankreas yang memproduksi hormon insulin. Tetapi yang paling banyak (80%) ditemui adalah diabetes tipe 2. Diabetes tipe ini menyerang orang-orang dewasa sampai lansia. Penyebabnya adalah gaya hidup yang tidak sehat.

Anda rawan menderita diabetes jika pola hidup Anda tidak sehat, misalnya pola makan Anda tidak teratur dan bahan makanan yang dikonsumsi tidak bervariasi. Anda tidak atau kurang berolahraga, seharusnya olahraga dilakukan tiga kali dalam seminggu, setiap kali antara 30 menit sampai satu jam. Demikian pula jika Anda kelebihan berat badan/obesitas. Itulah beberapa risiko penyakit diabetes.

Pergeseran pola makan dalam masyarakat kita seiring dengan kemajuan teknologi, membuat kita beralih dari mengonsumsi makanan tradisional ke makanan siap saji yang kaya lemak jenuh. Makan tidak lagi memikirkan menu sehat melainkan asal kenyang dan enak. Jadwal makan pun amburadul, kadang tidak sempat sarapan, kadang tidak makan siang. Seiring dengan itu, terjadi pula perubahan gaya hidup, dari yang wajar tidak ngoyo menjadi workaholic yang menghabiskan waktu untuk bekerja. Tak ada waktu untuk keluarga, bersosialisasi, maupun menjaga kesehatan dengan berolahraga. Nah, apakah Anda termasuk workaholic? Waspadalah, suatu hari tanpa Anda sadari bisa kena diabetes. Benahi gaya

hidup Anda, lakukan pola makan sehat (perbanyak makan sayur dan buah) dan pola hidup sehat (olahraga teratur, hindari rokok dan minuman keras), atur kembali pola tidur dan pola kerja Anda.

Jadi, sebenarnya siapa saja yang mudah kena diabetes?

^ ( Beberapa faktor risiko berikut ini mempermudah seseorang kena diabetes.

Mk

  • Keturunan, yaitu orang tua atau famili lain dalam keluarga ada yang menderita diabetes.
  • Ras/etnis tertantu, misalnya berasal dari etnis Asia, Afrika, Hispanik, dan penduduk pulau-pulau di Pasifik.
  • Kondisi obesitas.
  • Menderita metabolic syndrome, yaitu mereka yang menurut WHO mempunyai tekanan darah lebih dari 160/90 mmHg, trigliserida darah lebih dari 150 mg/dl, kolesterol HDL kurang dari 40 mg/dl, obesitas dengan lingkar pinggang lebih dari 120 cm pada pria dan 88 cm pada wanita.
  • Kurang olahraga, seharusnya lakukan olahraga ter­atur sesuai kondisi tubuh, tiga kali dalam seminggu, setiap kali antara 30 menit sampai satu jam.
  • Menderita penyakit lain seperti hipertensi, jantung, stroke.
  • Usia di atas 40 tahun.
  • Riwayat diabetes saat hamil.
  • Menderita infeksi, yaitu infeksi virus yang merusak pankreas. Infeksi menyebabkan tubuh memproduksi hormon (counter- insulin) yang meningkatkan kadar gula darah.

Menderita stres berat yang berkepanjangan yang disebab- kan oleh stroke, operasi besar, dan lain-lain. Hal ini me­nyebabkan diproduksinya lebih banyak hormon counter­insulin, sehingga kadar gula darah meningkat. Namun gula darah kembali normal jika stres telah berlalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here