Home Health Berapa kadar gula darah normal? Mengapa bisa meningkat menjadi sangat tinggi (ab­normal)?

Berapa kadar gula darah normal? Mengapa bisa meningkat menjadi sangat tinggi (ab­normal)?

51
0

Berapa kadar gula darah normal? Mengapa bisa meningkat menjadi sangat tinggi (ab­normal)?

• Kadar gula darah yang normal berada pada angka antara 70 — 110 mg/dl setelah berpuasa t selama 8 jam. Dan 2 jam setelah makan kadar gula darah seharusnya di bawah 200 mg/dl. Kadar gula darah meningkat setelah makan, karena ada pasokan gula dari makanan yang dikonsumsi.

Kadar gula darah saat berpuasa berbeda dengan sesudah makan. Demikian pula kadar gula darah se- belum tidur dan sepanjang hari. Namun ketika kadar gula darah meningkat menjadi sangat tinggi atau terus

menerus meningkat sulit dikendalikan, maka harus di- cari penyebabnya (bisa pola makan yang salah, kurang olahraga, minum obat-obatan tertentu, menopause, dan lain-lain.).

Untuk mengetahui mengapa mekanisme kadar gula darah kacau, sebaiknya kita mengetahui terlebih dulu dari mana gula darah datangnya. Sumber gula (glukosa) yang masuk ke dalam tubuh berasal dari makanan yang dikonsumsi. Selain itu tubuh (dalam hal ini organ hati) juga memproduksi glukosa, namanya glikogen. Gula yang masuk melalui konsumsi makanan, di dalam tubuh akan diubah menjadi energi yang digunakan/dimanfaatkan oleh sel-sel dan jaringan tubuh. Agar glukosa bisa digunakan oleh sel-sel tubuh, diperlukan hormon insulin. Hormon ini diproduksi oleh sel-sel beta yang ada dalam islets ofLangerhans atau pulau- pulau Langerhans yang ada dalam organ pankreas. Setiap kali ada makanan masuk, pankreas bereaksi memproduksi insulin ke dalam darah untuk memproses glukosa makanan. Tanpa insulin, glukosa tak mungkin masuk ke dalam sel-sel tubuh dan tubuh tidak mendapat pasokan energi (karena itu penderita merasa lelah berkepanjangan dan tidak bertenaga). Dengan diprosesnya glukosa oleh insulin, maka kadar gula dalam darah menurun.

Pada penderita diabetes, kadar insulin sangat kurang atau bahkan tidak diproduksi. Akibatnya glukosa dalam darah tidak tersalurkan ke sel-sel tubuh, sehingga kadar glukosa dalam darah tetap tinggi bahkan meningkat terus jika tidak ditanggulangi. Dan tubuh menjadi kekurangan energi karena glukosa tidak bisa diproses oleh insulin menjadi energi.

Tubuh juga memproduksi hormon-hormon lain se- perti glukagon, epinefrin, adrenalin, kortisol, dan lain- lain. yang kerjanya berlawanan dengan insulin. Hormon- hormon tersebut memacu organ hati (yang merupakan tempat penyimpanan dan pusat pengolahan glukosa) untuk memproduksi gula, sehingga makin meningkatkan kadar gula darah. Perlu keseimbangan hormon-hormon tersebut agar glukosa darah tetap pada batas normal.

Diabetes terjadi karena adanya gangguan keseim­bangan antara transportasi glukosa ke dalam sel-sel tubuh, glukosa yang disimpan di dalam organ hati, dan glukosa yang dikeluarkan oleh organ hati. Gangguan keseimbangan tersebut menyebabkan kadar gula darah menjadi meningkat. Kelebihan gula dikeluarkan melalui urine. Karena itu urine mengandung banyak gula alias manis, dan sering dikerumuni semut. Jadi, tidak salah jika diabetes juga populer dengan nama kencing manis. Meskipun begitu, harap diketahui bahwa kadar gula dalam urine tidak bisa menjadi ukuran kadar gula dalam darah. Tidak adanya glukosa dalam urine bukan berarti kadar gula dalam darah tidak tinggi.

Apakah diabetes bisa dicegah?

Diabetes bisa dicegah, tentunya dengan usaha yang teliti. Tetapi karena penyebabnya berbeda (ada macam-macam penyakit diabetes), maka cara pencegahannya tentu tidak sama. Dan harus dilakukan sedini mungkin.

  • Diabetes tipe 1. Pada diabetes tipe 1 pencegahannya dilakukan sedini mungkin dengan kontrol kadar gula darah yang sangat ketat. Jadi sebenarnya sama dengan pengobatan yang sangat intensif. Namun di negara- negara maju di mana kasus diabetes tipe 1 tinggi, telah dilakukan pemeriksaan DNA (gen) pada anak. Jika ditemukan secara genetik mudah terkena diabetes, maka dilakukan vaksinasi pencegahan infeksi virus yang bisa merusak pankreas. Atau pemberian obat nicotinamide untuk melindungi sel beta pankreas. Selain itu juga dilakukan pemberian obat steroid atau cytotoxic untuk menghambat proses otoimun. Berbagai penelitian untuk mencegah diabetes tipe 1 sampai sekarang masih dilakukan. Dan hasilnya masih ditunggu.
  • Diabetes tipe 2. Mencegah serangan diabetes tipe 2 lebih mudah karena telah diketahui faktor risiko. Jadi pencegahannya adalah jaga berat badan agar tidak berlebihan dengan cara atur pola makan rendah kalori dan lakukan olahraga teratur. Turunkan body mass index (BMI) sampai mencapai 20—25. Akumulasi lemak di perut yang disebut visceral fat menyebabkan obesitas yang menimbulkan diabetes tipe 2. Dengan menjaga berat badan tidak menjadi obes, berarti Anda telah mencegah timbulnya diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
  • Diabetes gestasi (gestational diabetes). Mencegah dia­betes ini, sebaiknya lakukan pemeriksaan kadar gula darah saat kontrol ke dokter kandungan. Meskipun sebelumnya tidak ada riwayat diabetes, namun

sebaiknya setiap ibu hamil memeriksakan kadar gula darahnya pada kehamilan minggi ke-8 sampai ke-10. Jika kadar gula darah terkontrol dengan baik, maka kehamilan dan persalinan akan lancar, tak ada dampak negatif pada ibu maupun janinnya.

• Diabetes pada lansia. Masalah lansia berbeda. Karena kemampuan kerja insulin yang makin berkurang, maka lansia mengalami gejala nafsu makan yang berkurang. Akibatnya berat badan menurun dan tubuh mengalami rasa lemah. Untuk itu nafsu makan ditingkatkan pola makan sehat dan olahraga yang teratur dan terukur. Untuk itu, sebaiknya para lansia secara teratur kontrol ke dokter. Selain untuk kontrol kadar gula darah juga pola makan dan olahraga.

Text Box: &

Apakah diabetes bisa disembuhkan?

^     Tidak, tetapi Anda bisa hidup normal dengan cara

menyiasatinya, yaitu mengontrol kadar gula darah t tetap normal. Sekali Anda didiagnosis menderita diabetes, seumur hidup Anda harus mengontrol kadar gula darah Anda agar Anda dapat hidup normal dan tidak kena berbagai komplikasi penyakit lain. Bagaimana cara mengontrol kadar gula darah? Dengan minum obat- obat yang diberikan dokter, melakukan olahraga teratur dan terukur 3 kali seminggu @ 30 menit—1 jam, dan menerapkan pola makan khusus untuk pasien diabetes yaitu hindari lemak (termasuk goreng-gorengan, men-

tega, lemak hewan), perbanyak konsumsi sayuran segar dan buah-buahan segar, konsumsi karbohidrat kompleks (nasi dariberas tumbuk atau merah, roti dari tepung whole grains), hindari berbagai macam gula kecuali madu. Jadi, yang dikatakan “kesembuhan” pada diabetes sebenarnya adalah kadar gula darah yang terkendali, dan ini bergantung pada pasien sendiri, terutama kerja sama antara pasien dan dokter/petugas medis yang me- rawatnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here