Home Health Siapa saja yang memiliki risiko kolesterol tinggi?

Siapa saja yang memiliki risiko kolesterol tinggi?

98
0

Siapapun dapat memiliki resiko kolesterol tinggi.

Sedianya kolesterol tinggi mampu melanda siapa saja, karena kolesterol itu sendiri selalu ada dan dihasilkan oleh tubuh.

resiko kolesterol tinggi sekarang ini semakin meningkat saja, tidak hanya karena aspek generasi biasanya kolesterol besar ini melanda orang-orang yang memiliki life style

hidup yang tidak sehat dalam kehidupan tiap harinya. Biasanya resiko kolesterol tinggi pada seseorang bisa dipengaruhi oleh:

1. Aspek Genetik
Adanya riwayat keluarga yang memiliki kolesterol tinggi dan juga penyakit jantung koroner ternyata dapat pula memicu anggota keluarga lain memiliki risiko tersebut.

Menurut hasil riset dari para ahli, aspek genetika yang adalah aspek yang mampu menyusut itu biasanya mempengaruhi terhadap konsentrasi kolesterol HDL dan juga LDL di dalam darah seseorang. apabila keluarga besar memiliki kandungan kolesterol LDL besar, mungkin saja seseorang memiliki kandungan kolesterol LDL besar juga bisa terjalin. Dengan tingginya kandungan LDL yang dikandung dalam darah seseorang akan memicu kolesterol LDL itu menumpuk di saluran darah.

Adanya keluarga yang memiliki keturunan penyakit-penyakit akibat kelebihan kolesterol ini pantas diwaspadai, karena mungkin saja mampu menyusut dan berisiko besar memiliki penyakit yang sama.

2. Aspek Umur

Semakin lanjut umur seseorang, resiko memiliki kolesterol besar juga akan semakin bertambah. Biasa┬Čnya pada orang yang berumur lanjut memiliki kandungan kolesterol LDL yang berlebih sampai-sampai memungkinkan resiko terkena kolesterol besar juga kian besar. Kolesterol yang ada di saluran darah semakin lama

semakin menebal, semakin meningkat umur seseorang penebalan yang terjadi juga akan semakin banyak

Menurut sebuah organisasi kolesterol dikatakan bahwa laki-laki yang berumur di atas 45 tahun dan wanita di atas 55 akan semakin besar risikonya memiliki kolesterol besar. Hal ini memang sangat membolehkan, karena semakin meningkat umur seseorang, kandungan kolesterol di dalam badannya juga semakin besar. Pada umur yang semakin lanjut plak kolesterol yang menumpuk pada pembuluh darah juga akan semakin menebal.

Bagi wanita biasanya kandungan kolesterol ini akan bertambah saat masa menopause karena di masa inilah kandungan LDL dalam badannya semakin bertambah sampai-sampai memperbesar resiko terbentuknya penimbunan kolesterol di saluran darahnya. Mungkin seperti itu salah satu sebabnya mengapa banyak orang yang sudah lanjut umur bermasalah dengan penyakit jantung dan saluran peredaran darah.

Ternyata baru-baru ini resiko kolesterol besar tidak hanya melanda orang-orang yang berumur lanjut saja. Berdasarkan hasil laporan sebuah badan kesehatan dunia pada tahun 2002, tercatat sebanyak 4 juta kematian akibat kolesterol besar dan sebanyak 7, 9% merupakan orang yang berumur muda.

Pengetahuan ini menunjukkan bahwa umur muda juga bisa memungkinan seseorang memiliki kolesterol besar. Biasanya tidak hanya didukung oleh aspek genetik di dalam badannya, pola hidup yang tidak sehatlah yang kerap menjadi aspek utama faktor kolesterol tinggi

bagi orang muda. Kebiasaan-kebiasaan orang muda yang melupakan penyeimbang kerja badannya karena sangat padat jadwal dengan pekerjaan dan karier kerap kali menjadi aspek dominan pola hidup yang tidak sehat baru-baru ini.

3. Faktor Kegemukan

Kegemukan adalah salah satu gejala kelainan metabolisme tubuh seseorang dari dulu sampai sekarang. namun malah banyak terjalin salah asumsi di masyarakat tentang kegemukan ini. Seorang yang gendut dikira makmur, senang, dan juga dikira sehat. Banyak orang tua yang menginginkan anak-anaknya gendut, karena gendut dikira sehat dan lucu. sementara itu kegemukan itu bisa berarti pula ciri tidak sehat dan bisa membahayakan kesehatan seseorang.

Kegemukan terjadi pada seseorang karena banyak konsumsi kalori yang masuk ke dalam badannya, namun tidak dipakai untuk beraktifitas yang pas, semisal banyak makan namun sedikit olahraga. dampaknya kalori yang ada itu tertimbun di tubuh dan menjadi lemak sampai-sampai ia menjadi gendut.

Akibat tertumpuknya lemak ini mampu memunculkan resiko penyakit tekanan darah besar, jantung, stroke karena saluran darah tertutup oleh kolesterol yang mengendap.

Kegemukan mampu pula tingkatkan resiko penyakit diabet karena tingginya kandungan gula darah di dalam tubuh seseorang.

4. Pola Makan yang salah

Santapan makanan adalah penyebab penting resiko terbentuknya kandungan kolesterol yang besar pada tubuh seseorang. santapan seperti daging-daging merah, bahan-bahan lemak seperti sosis, burger juga akan semakin tingkatkan complete kolesterol yang ada, belum lagi lemak-lemak dari kue-kue yang semakin banyak dijual di pasaran, akan semakin menambah besar kandungan kolesterol itu.

Pada orang-orang yang tidak menjaga makanan yang dikonsumsinya risiko memiliki kadar kolesterol yang tinggi pun akan semakin besar.

5. Malas berolahraga
Minimnya tubuh bergerak dan olahraga akan menyebabkan santapan yang masuk tidak termanfaatkan dengan baik, yang akhirnya membuat timbunan

Dengan olahraga akan membantu tubuh tingkatkan kandungan HDL kolesterol, dengan demikian kandungan LDL juga akan semakin menyusut. berolahraga secara tertib ini tidak saja membentuk tubuh lebih indah namun juga membuat badan lebih sehat. Bila seseorang malas olahraga, maka kandungan LDL-nya akan bertambah, dan meningkatkan pula kandungan kolesterol dalam tubuh seseorang

6. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi yang berlangsung pada tubuh akan memompa jantung untuk bekerja lebih keras lagi, aliran darah akan menjadi lebih cepat dari tingkatan yang regular.

Dampaknya saluran darah semakin kokoh menekan pembuluh darah yang ada. Tekanan yang kuat itu mampu mengganggu jaringan pembuluh darah itu sendiri. Pembuluh darah yang rusak sangat mudah sebagai tempat melekatnya kolesterol, sampai-sampai kolesterol dalam saluran darah juga melekat dengan kokoh dan mudah menumpuk.

7. Pegidap Diabet
Tingginya tingkatan gula darah pada seseorang akan tingkatkan kandungan LDL kolesterol dalam darahnya, dan merendahkan kandungan HDL. Pada pengidap diabetes yang memiliki kandungan gulanya yang besar mampu memicu badannya untuk memiliki kandungan LDL kolesterol yang besar. dampaknya penimbunan kolesterol di dalam darah juga akan semakin banyak dan tingkatkan resiko memiliki kandungan kolesterol di dalam badannya dan juga penyakit jantung.

8. Kebiasaan merokok
Ketika seseorang merokok, orang itu akan menghisap nikotin yang terkandung dalam rokok. Nikotin dalam rokok itu merupakan salah satu zat yang dapat mengganggu kerja tubuh dan memengaruhi metabolisme kolesterol di dalam tubuh.

Merokok itu mengganggu bilik dari saluran darah sampai-sampai dinding-dinding yang rusak itu mempermudah lemak-lemak darah melekat padanya. Kolesterol HDL yang membantu kurangi tumpukan kolesterol LDL di dalam saluran darah kadarnya akan berkurang apabila seseorang merokok, dampaknya peluang terbentuknya penimbunan kolesterol

LDL pada saluran darah semakin besar. penimbunan yang terus terjalin ini membentuk plak pada saluran rongga darah itu semakin besar sampai-sampai resiko terhadap kesehatan tubuh juga semakin besar.

saat seseorang merokok ditemui pula bahwa kandungan kolesterol LDL di dalam darahnya bertambah, LDL ini membawa lemak dari hati ke seluruh tubuh, dampaknya kolesterol ini juga terdistribusi pada saluran darah, yang mampu mengusik pembuluh darah dan memunculkan kendala kesehatan.

Beraneka macam zat yang tercantum dalam rokok, zat-zat yang berasal dari rokok itu mampu pula menyebabkan penyempitan arteri, kendala irama jantung, percepatan denyut jantung hingga menimbulkan kebutuhan oksigen otot jantung bertambah dan tak mampu lagi dipasok oleh aliran arteri koroner.

Betapa merokok itu sangat berpotensi menambah resiko kenaikan kolesterol dan juga mengusik kesehatan tubuh secara totalitas.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here