Home Health Macam-macam jenis Lemak.

Macam-macam jenis Lemak.

419
0

Apa saja sebenarnya jenis- jenis lemak itu ?

Dalam makanan sehari-hari yang kita konsumsi terdapat beberapa tipe lemak yang tercantum di dalamnya. Jenis-jenis lemak itu merupakan:
• Lemak jenuh
• Lemak tidak jenuh
• Lemak trans


Ketiga tipe lemak itu memiliki struktur kimia dan bentuk yang berbeda. Lemak trans dan lemak jenuh biasanya pada temperatur kamar berbentuk stable seperti butter, lemak tidak jenuh lebih berbentuk cair, seperti minyak sayur.


Ketiga tipe lemak itu juga memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kandungan kolesterol pada tubuh seseorang.
Lemak jenuh dan juga lemak trans banyak membawa kolesterol LDL dalam darah dan tipe kolesterol ini mudah membuat plak pada saluran darah sehingga bisa menyebabkan gangguan peredaran darah.

Karena itu, lemak tipe ini kerap disebut dengan lemak yang tidak baik. Lemak tidak jenuh membawa lebih sedikit kolesterol dan lemak di dalam darah sehingga tipe lemak ini kerap disebut sebagai lemak baik.

Lemak Jenuh

Lemak jenuh biasanya mudah dikenali dari wujudnya, ialah berbentuk padat ataupun seperti parafin pada temperatur rubrik.
Lemak jenuh banyak ditemui pada bahan-bahan yang berasal dari hewan, seperti daging yang bercorak merah, mentega ataupunsusu murni (entire milk). Lemak jenuh dari olahan nabati bisa ditemui pada minyak kelapa, minyak sawit, dan beberapa minyak yang berasal dari tumbuhan di negeri tropis yang lain.

Lemak jenuh kerap disebut juga dengan sebutan lemak tidak baik karena memiliki sifat yang bisa mengganggu tubuh, yakni menimbulkan darah menjadi lengket dengan bilik pembuluh darah sampai-sampai darah menjadi mudah menggumpal.


Tidak hanya itu pula lemak jenuh ini mudah menumpuk pada bilik pembuluh darah dan menyebabkan terbentuknya pengerasan bilik pembuluh darah dan mengusik peredaran darah. dampaknya beberapa penyakit seperti jantung, darah tinggi, stroke kerap dialami oleh orang-orang yang komsumsi banyak santapan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi.


Santapan yang mengandung lemak jenuh biasanya terdapat pada:
Produk susu
Hidangan dari produk susu biasanya mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi, semisal pada es krim, keju, dan lain sebagainya.
Daging hewan
Daging hewan segar ataupun daging bahan seperti sosis, kornet, burger adalah sumber lemak jenuh pula.
• Santapan gorengan
santapan yang digoreng memang memiliki kerasa yang khas dengan gurihnya, namun dalam santapan gorengan itu temyata memiliki lemak jenuh yang cukup tinggi pula.
Cake dan kue-kue kering
santapan ini nampak ringan dan seakan tidak memberikan dampak samping yang berarti. namun ternyata dalam setiap potong cake dan kue-kue kering ini mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi, paling utama sekali dengan kue-kue yang dibuat mengenakan margarine yang cukup banyak, baik sebagai olahan dasar dalam pembuatan kue atau sebagai hiasan dari kue-kue tersebut.


Lemak tidak Jenuh

Lemak tidak jenuh merupakan salah satu tipe lemak yang ada di dalam santapan tiap hari yang kita mengkonsumsi. tipe lemak ini pada lazimnya berwujud cair pada temperatur rubrik, namun bisa pula berbeda menjadi padat bila ditaruh di dalam lemari pendingin.


Lemak tipe ini kerap dikira sebagai lemak yang lebih baik disantap tubuh dibanding dengan lemak jenuh karena kandungan kolesterol LDL yang dimiliki oleh lemak ini lebih sedikit dibanding dengan lemak jenuh. Menurut banyak ahli tipe lemak ini sanggup meningkatkan antibodi pada tubuh.


Santapan yang mengandung lemak tidak jenuh biasanya berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti minyak zaitun, minyak bunga matahari, minyak wijen, minyak kedelai, kacang-kacangan, dan alpukat. tidak hanya itu lemak tidak jenuh ini berasal pula dari ikan-ikanan sampai-sampai banyak para ahli gizi menganjurkan untuk komsumsi ikan-ikanan dibanding dengan daging dari hewan seperti sapi ataupun kambing.


Lemak tidak jenuh ada 2 berbagai ialah:
• Lemak tidak jenuh tunggal
• Lemak tidak jenuh ganda
• Lemak Tidak Jenuh Tunggal


Tipe lemak tidak jenuh tunggal memiliki karakteristik khas, di mana lemak tipe ini akan berbentuk cair pada temperatur ruangan, namum bisa berbeda menjadi padat bila ditaruh pada lemari pendingin.


Salah satu sumber lemak jenuh tunggal yang kerap dipakai oleh masyarakat karena bermanfaat bagi kesehatan tubuh merupakan minyak zaitun, minyak kacang (peanut), dan minyak kanola. Alpukat dan sebagian besar kacang-kacangan juga memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal yang cukup tinggi.


apabila dipakai untuk mengambil alih tipe lemak lain, maka lemak tak jenuh tunggal bisa mengurangi resiko penyakit jantung karena sifatnya yang mengurangi kolesterol darah.
Di lain pihak, lemak tak jenuh tunggal lebih tahan terhadap proses oksidasi dibanding dengan lemak tak jenuh ganda. Proses oksidasi pada lemak inilah yang biasanya bisa memicu timbulnya kehancuran dan kendala sel dan jaringan tubuh.


• Lemak Tidak Jenuh Ganda
Lemak tak jenuh ganda pada lazimnya berwujud cair pada temperatur ruangan dan di dalam lemari pendingin. Apabila lemak tak jenuh ganda dipakai sebagai pengganti lemak jenuh dalam memasak, maka bisa berimbas membantu mengurangi kandungan kolesterol darah. tidak hanya itu, lemak tak jenuh ganda juga bisa membantu mengurangi jumlah kolesterol yang menumpuk di dalam pembuluh darah arteri.


Lemak tak jenuh ganda banyak ditemui pada minyak nabati, seperti minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak kedelai dan minyak biji kapuk.
tidak hanya itu pula sumber santapan dari laut seperti ikan salmon, mackerel dan herring juga adalah sumber lemak tidak jenuh ganda.


Lemak Trans


Lemak trans adalah lemak tidak jenuh yang mengalami proses pemadatan dengan memakai metode hidrogenasi parsial, di mana proses hidrogenasi parsial ini menimbulkan pergantian konfigurasi jalinan kimia lemak itu. Dengan adanya pergantian itu, maka lemak tidak jenuh yang lazimnya berbentuk cair (berasal dari minyak tumbuhan), menjadi berbentuk padat dan lebih awet.

Tujuan dari proses hidrogenasi parsial itu sendiri sedianya merupakan untuk membantu agar minyak nabati yang bersifat tidak jenuh menjadi lebih normal dalam arti lebih tahan terhadap respon ketengikan dan tetap padat pada temperatur ruang.


meski lemak trans ini berasal dari lemak tidak jenuh yang kerap dikatakan lemak yang baik karena proses hidrogenasinya kandungan lemak trans ini berbeda menjadi sama dengan lemak jenuh yang bisa meningkatkan kolesterol LDL dan mengurangi kolesterol HDL, terlebih lagi ada riset pula yang mengatakan lemak tipe ini bisa pula meningkatkan resiko diabet pada seseorang.


Produk dari lemak trans ini salah satunya berbentuk margarine yang banyak dijumpai dan dipakai dalam kehidupan tiap hari. Lemak trans ini banyak pula ditemui pada santapan gorengan yang diolah dengan cara direndam dalam minyak goreng panas dengan temperatur tinggi dan dalam jangka waktu lama, biasanya ditemui pada santapan siap saji seperti rooster nuggets, kentang goreng yang dibuat secara massal dan komersial.

Margarine (mentega yang terbuat dari minyak nabati) mengandung lemak trans dalam kadar tinggi. Karena itu
bila mengonsumsi margarine dalam jumlah yang banyak sebagai pengganti minyak goreng untuk menumis tidak akan jauh berbeda efeknya dalam meningkatkan koieste¬roi dibandingkan dengan penggunaan minyak goreng itu sendiri.

Jadi, dalam menggunakan margarine untuk memasak, jangan lupa untuk memperhatikan daftar komposisi zat gizi dari bahan makanan yang kita beli, apakah mengandung lemak terhidrogenasi atau tidak, dan jika ya, berapakah kandungan lemak terhidrogenasinya.

Semakin tinggi akan semakin berpengaruh terhadap kandungan lemak trans yang dapat memengaruhi pula baik buruknya lemak yang masuk ke dalam tubuh kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here