Home Health Apa saja komplikasi kronis Diabetes?

Apa saja komplikasi kronis Diabetes?

472
0

Komplikasi kronis diabetes pada pengidapnya


Sejak awal sepatutnya pengidap harus selalu ingat untuk menghindari timbulnya komplikasi kronis berbentuk gangguan ginjal, gangguan jantung, gangguan pada mata dan saraf, dan kerusakan pada pembuluh darah. Komplikasi pada pengidap diabetes tidak bisa dikira main-main, sangat gawat, karena itu sangat perlu mengendalikan kandungan gula darah dengan ketat.
Dengan gejala yang tidak meyakinkan, diabetes adalah penyakit yang sangat berbahaya, karena pengidapnya acapkali tidak menyadari bahwa pribadinya mengidap diabetes.

Komplikasi-komplikasi tersebut merupakan:
• Penyakit jantung, diabetes bisa menimbulkan bermacam penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler):
angina, (nyeri dada) serangan jantung (acute myocardial infarction)
• tekanan darah tinggi (hipertensi) penyakit jantung koroner
diabetes mengganggu bilik pembuluh darah yang menimbulkan penimbunan lemak pada bilik yang rusak. Ini berakibat menyempitnya pembuluh darah yang membatasi aliran darah ke jantung.

Tekanan darah bertambah. bila hambatan berlangsung pada pembuluh darah otak, maka akan berlangsung stroke.

Apa keluhan/gejala gangguan jantung?
• sesak nafas perih dada sakit kepala
• berkeringat banyak lelah lesu
• detak jantung cepat/tidak tertib

Perlu diketahui bahwa penderita diabetes bisa menemukan serangan jantung tanpa diawali kerasa perih (silent infarction), Ini diakibatkan saraf penghantar kerasa nyeri telah rusak. Hal ini bisa menimbulkan salah diagnosis.


Penyakit jantung yang terkenal merupakan penyakit jantung koroner (PJK) ataupun disebut juga coronary heart disease (CHD). PJK diakibatkan penyumbatan pada pembuluh darah koroner yang membatasi suplai darah ke otot jantung. Bisa berlangsung tidak hanya satu pembuluh darah yang tersumbat. Ini menimbulkan kondisi yang disebut heart attack ataupun myocardial infarction.

PJK adalah penyebab paling kerap pada pengidap diabetes tipe 2. Namun baru-baru ini PJK juga berlangsung pada pengidap diabetes tipe 1 yang masih berumur muda terlebih lagi kanak-kanak. Hal ini diakibatkan keadaan kandungan gula darah yang tinggi yang berlangsung sudah cukup lama.

Apa aspek timbulnya PJK pada pengidap diabetes? gula darah yang tidak terkendali
• hipertensi
kolesterol LDL dan trigliseria tinggi resistensi terhadap insulin kegemukan , kurang berolahraga
• merokok dan minum minuman keras pola makan kurang baik
• kehancuran ginjal ataupun nephropathy.

Dilaporkan bahwa diabetes adalah penyebab paling sering terbentuknya gagal ginjal, dibanding dengan orang tanpa diabetes. Kontrol glukosa darah dan tekanan darah yang ketat bisa menghindari gagal ginjal, tidak hanya pola makan sehat. kerusakan ginjal tak bisa diatasi, obat hanya membatasi kehancuran ginjal tidak kian parah.

Gagal ginjal yang parah hanya bisa ditolong dengan mencuci darah (dialisis) ataupun cangkok ginjal. Dan ini membutuhkan biaya yang sangat tinggi.
• kehancuran mata ataupun retinopati kerap kali bersamaan dengan gagal ginjal parah. Retinopati lazimnya bisa diyakinkan bila dalam peneriksaan urine ditemui mikroalbuminuria.
• kehancuran saraf ataupun neuropati, juga kerap kali ditemui bila berlangsung gagal ginjal parah. bila kondisi ginjal kian parah, maka kerusakan saraf juga kian berat. kerusakan saraf disinyalir diakibatkan menumpuknya toksin di dalam darah pada permasalahan gagal ginjal.

kerusakan saraf akibat diabetes yang paling kerap ditemui merupakan neuropati perifer, yakni kerusakan saraf tepi yang berada di anggota gerak tubuh bagian bawah (kaki dan tungkai kaki). kerap kali penderita datang pertama kali dengan keluhan pada kaki, dan sehabis ditilik dokter ternyata penderita mengidap diabetes.

Gejala/keluhan neuropati perifer sangat bermacam-macam tergantung pada parahnya kerusakan saraf. Yang ringan berbentuk semutan, kerasa tebal, sampai yang berat berbentuk lemah otot sampai pengidap tidak bisa berjalan ataupun perih hebat pada malam hari, diiringi gangguan nafas ataupun gangguan pencernaan.

kerusakan saraf pada laki-laki bisa memunculkan impotensL Dan kerusakan pada saraf perasa menimbulkan penderita tidak bisa merasakan panas, dingin, dan lain-lain. kehancuran saraf sensoris lazimnya berlangsung pada kaki, tungkai, tangan, dan lengan dengan gejala kram, semutan, kebas, ataupun nyeri.

Namun yang berbahaya merupakan kerasa kebas pada kaki. kerasa kebas itu membuat pengidap tidak merasakan sakit sampai-sampai tidak menyadari bahwa pribadinya terinfeksi. Infeksi bisa memunculkan borok (neuropathic foot ulcer) yang bila tidak dirawat bisa menjadi gangren sampai-sampai bagian tubuh itu harus diamputasi. Karena itu, perawatan kebersihan kaki sangat penting bagi pengidap diabetes.

bagaimana komplikasi diabetes bisa dicegah?
Komplikasi diabetes sepatutnya memang bisa dicegah.

Berikut ini triknya.
• Selalu mengendalikan kandungan gula darah dengan baik, minum obat-obat yang diberikan dokter, berolahraga tertib, dan lakukan pola makan sesuai kondisi Anda.


• Selalu mengendalikan tekanan darah, bila Anda mengidap hipertensi. Minum obat-obat hipertensi yang diberikan dokter.


• Pertahankan berat badan wajar bila berat badan Anda kelewatan ataupun mengalami kegemukan. triknya dengan pengendalian pola makan dan berolahraga tertib.


• Kurangi mengkonsumsi hidangan berkadar lemak tinggi (semisal hidangan gorengan, daging berlemak, kue yang mengandung margarine/mentega) dan ma¬kanan berkadar kolesterol tinggi (semisal jerohan).


• Jangan merokok dan minum minuman keras. jauhi obat-obat psikotropika/narkoba.


Lakukan pengecekan gula darah secara tertib, dan mengetahui komplikasi akibat diabetes secepat mungkin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here